SMKN 1 Lambu Jadi Tuan Rumah Bimtek BOSP Kinerja 2026, Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Perencanaan Berbasis Data
LAMBU — Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lambu sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Implementasi BOSP Kinerja Tahun 2026. Mengangkat tema "Refleksi Hasil Implementasi Rencana Tindak Lanjut Tata Kelola Sistem Penjamin Mutu Internal", kegiatan ini menghadirkan Fasilitator Daerah (Fasda), Bapak Saidin, S.Pd., S.H., M.Pd., sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Bapak Saidin mengapresiasi kemampuan sekolah-sekolah peserta yang telah mampu menyusun perencanaan berbasis data (PBD) serta memahami pentingnya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara berkelanjutan. Menurutnya, setiap satuan pendidikan memiliki kewajiban untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) secara bertahap, mulai dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL) hingga Standar Pembiayaan.

Refleksi Pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut (RTL)
Kegiatan Bimtek ini berfokus pada evaluasi dan refleksi atas Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang telah dijalankan oleh masing-masing sekolah. Bapak Saidin menekankan bahwa program refleksi ini memerlukan dokumen pendukung yang terstruktur, mencakup rincian program RTL, status keterlaksanaan (sudah, sebagian, atau belum dilaksanakan), kendala yang dihadapi per aspek, hingga rencana perbaikan/benahi.
Beberapa contoh implementasi RTL yang dibahas dalam sesi refleksi antara lain:
- SMKN 1 Lambu: Mempresentasikan refleksi RTL terkait pembentukan Tim Penjaminan Mutu Satuan Pendidikan (TPMPS) yang didukung dengan dokumen Surat Keputusan (SK) resmi.
- SMAN 1 Sape: Mengakomodasi RTL berbasis Rapor Pendidikan melalui penyusunan program intervensi prioritas, seperti penguatan literasi dan numerasi.
Poin-Poin Arahan Penting Narasumber
- Optimalisasi Struktur TPMS Berbasis 8 SNP Narasumber menyarankan agar pembagian tugas (job description) dalam SK TPMPS disesuaikan dengan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). Pelibatan unsur tim seperti Wakasek Kurikulum, Kesiswaan, Humas, Sarpras, hingga pembentukan kelompok kerja (Pokja) atau Satuan Tugas (Satgas) sangat penting agar tata kerja lebih sistematis dan tidak menumpuk pada satu pihak.
- Intervensi Program Tidak Selalu Berbiaya Tinggi Bapak Saidin mengingatkan bahwa intervensi program peningkatan mutu tidak harus selalu bergantung pada anggaran ARKAS. Sekolah dapat memanfaatkan platform belajar mandiri, pembelajaran daring, maupun Komunitas Belajar (Kombel) Guru. Namun, jika terdapat program yang membutuhkan anggaran dan telah tersedia di dalam RKAS, nama program hendaknya disesuaikan dengan nomenklatur dashboard RKAS yang ada.
- Penguatan Karakter dan Visi-Misi Jurusan SMK Khusus bagi SMK, narasumber menekankan pentingnya penetapan visi, misi, dan karakteristik tersendiri bagi tiap Konsentrasi Keahlian (seperti maritim, perikanan, dan teknologi) agar selaras dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Penutup
Melalui kegiatan refleksi dengan tahapan Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB) ini, diharapkan seluruh sekolah peserta Bimtek BOSP Kinerja 2026 dapat terus menyempurnakan dokumen perencanaan dan merealisasikan RTL secara konsisten demi terwujudnya peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan.






