Berita


Geliat Teaching Factory di SMK Mengubah Tuna Menjadi Jajanan Lezat ala Siswa APHP SMKN 1 Lambu

 Geliat Teaching Factory di SMK

Mengubah Tuna Menjadi Jajanan Lezat ala Siswa APHP SMKN 1 Lambu

Di tengah ruang praktik yang cerah di SMKN 1 Lambu terlihat kesibukan yang luar biasa. Para siswa jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHP), dengan seragam lengkap mereka—baju kerja biru, jilbab hitam, dan celemek abu-abu—tampak fokus pada meja-meja produksi. Hari ini bukan hari praktik biasa; ini adalah implementasi dari model pembelajaran Teaching Factory (Tefa), di mana suasana industri dibawa langsung ke dalam sekolah.

Dari Bahan Mentah Menjadi Adonan BerkualitasKegiatan dimulai dengan persiapan bahan yang cermat. Gambar pertama menangkap momen krusial di mana para siswa, didampingi oleh instruktur Ibu Sulfiah, S.Pi. yang berpengalaman, sedang sibuk mencampur adonan di dalam mangkuk besar. Dengan mengenakan sarung tangan higienis, mereka mengaduk campuran tepung, bumbu-bumbu, dan bahan utama yang menjadi bintang hari itu: daging ikan tuna. Di papan tulis di latar belakang, terlihat coretan detail perhitungan biaya produksi, menegaskan bahwa Tefa tidak hanya mengajarkan cara mengolah, tetapi juga aspek bisnis dan kewirausahaan. "Kita harus memastikan setiap resep konsisten dan biaya produksinya terkontrol agar produk jajan-jajan Tefa kita ini nanti kompetitif," ujar salah satu siswa sambil tersenyum. Minyak goreng Bimoli dan wadah-wadah berisi bahan segar menjadi bukti komitmen mereka terhadap kualitas.

Ini merupakan Proses Pengolahan Keahlian Tangan Menjadi Cetakan Presisi, Setelah adonan dasar tercampur rata dan kalis, proses berlanjut ke tahap pencetakan. Di meja lain, sebagaimana terlihat dalam rangkaian Foto dan video, siswa menggunakan mesin pembuat mi manual untuk menggiling adonan. Dengan gerakan yang terkoordinasi dan penuh kehati-hatian, satu siswa menyuapkan adonan ke dalam mesin, sementara siswa lainnya memutar tuas untuk menghasilkan lembaran tipis yang kemudian dipotong menjadi helaian mi yang rapi. Instruktur terus memberikan bimbingan, memastikan ketebalan dan bentuk mi sesuai standar yang diinginkan. "Sangat seru! Dari adonan liat tadi, sekarang sudah jadi mi seperti ini. Memang butuh teknik tersendiri agar mi-nya tidak putus-putus," kata seorang siswa yang sedang mengoperasikan mesin. Hasil gilingan mi segar tersebut kemudian ditata rapi di atas nampan aluminium, siap untuk proses pengeringan atau pengolahan lebih lanjut.

Produk Jajan-Jajan Tefa Bukti Kompetensi dan Nilai Tambah, Helaian mi ikan tuna yang mereka hasilkan bukan sekadar mi biasa. Ini adalah bahan dasar untuk berbagai produk jajan-jajan Tefa inovatif, seperti mi kering tuna, snack stik tuna pedas, atau bahkan kerupuk mi tuna. Kegiatan Tefa ini memberikan nilai tambah yang signifikan pada hasil perikanan lokal, sekaligus membekali siswa dengan keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan di industri pangan. Melalui Tefa, siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga langsung mempraktikkannya dalam skala produksi yang nyata, mulai dari formulasi resep, proses pengolahan, penghitungan biaya, hingga pengemasan produk yang siap dipasarkan.

"Tefa adalah jembatan emas bagi siswa kami. Melalui kegiatan seperti pengolahan hasil perikanan menjadi jajan-jajan ini, mereka tidak hanya menjadi lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha yang kuat," pungkas Kepala Jurusan APHP. Dengan penuh semangat, para siswa SMK N 1 Lambu terus berinovasi, membuktikan bahwa dari ruang praktik sekolah, mereka siap menciptakan produk-produk berkualitas dan berkontribusi pada kemajuan industri perikanan nasional.

Kontak


Alamat :

Jalan Jenderal Sudirman, Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Telepon :

0374 71286 - 0812 90000 313

Email :

info@smkn1lambu.sch.id

Website :

www.smkn1lambu.sch.id

Media Sosial :

Banner


PENGUMUMAN UN


PPDB ONLINE